Sunday, March 29, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Saat sudah berkomitmen sebagai pengusaha yang mendirikan usaha mikro atau makro, Anda wajib melindungi bisnis dengan berbagai surat izin melakukan kegiatan usaha. Salah satu yang penting adalah izin komersial atau operasional. Izin ini tidak diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah melainkan diusahakan oleh Anda selaku pemilik usaha.
Ilustrasi izin komersil di Indonesia
Ilustrasi izin komersil di Indonesia

Kepemilikan izin komersial mutlak dibutuhkan apalagi jika Anda berencana untuk melakukan berbagai tahapan kegiatan komersial untuk kelancaran bisnis. Bentuk izin komersial sangat beragam, mulai dari lisensi, sertifikat, izin melakukan kegiatan impor atau ekspor dan lainnya.

Apa Itu Izin Komersial?

Izin komersial adalah wujud perizinan yang dibutuhkan bagi pengusaha untuk melakukan kegiatan operasional atau komersial. Ruang lingkup surat perizinan ini jauh lebih luas dan mengacu pada kegiatan yang lebih beragam.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan izin komersial?

Proses memperoleh izin ini tidak sulit. Anda hanya perlu mengisi pernyataan yang menunjukkan komitmen Anda untuk melakukan kegiatan komersial dan operasional dengan baik, tentunya dengan mengikuti batasan waktu tertentu.

Komitmen yang dimaksud meliputi pemenuhan pendaftaran jasa atau barang perusahaan. Standar, lisensi maupun sertifikat. Usai menyatakan persetujuan dan komitmen Anda, OSS akan memproses surat perizinan dan menerbitkannya.

3 Jenis Izin Komersial

Beberapa orang tidak tahu jika izin komersial dikelompokkan dalam 3 kategori. Dan masing-masing izin memiliki fungsi serta manfaatnya tersendiri. Persyaratan dan cara memperoleh surat izinnya pun berbeda. Silahkan simak penjelasan tentang jenis-jenis izin komersial di bawah ini:

Nomor Induk Berusaha

Di urutan pertama adalah NIB salah satu surat identitas yang mutlak dan wajib dimiliki oleh semua pengusaha. Cara pengurusan NIB yang dilakukan oleh pengusaha tidak menguntungkan pemerintah justru menguntungkan pengusaha karena bisa melakukan pengurusan izin usaha atau mendapatkan berkas perizinan lainnya dengan lebih cepat.

Berkas yang dimaksud meliputi BPJS Ketenagakerjaan, Nomor Pokok Wajib Pajak, BPJS Kesehatan dan berkas penting lainnya. Selain kemudahan pengurusan surat-surat tersebut, Anda juga menerima berbagai manfaat berikut ini:

Bisnis Bisa Berkembang Lebih Cepat
Selain kemudahan dalam mengajukan pinjaman modal, memiliki NIB juga menguntungkan bisnis karena prospek perkembangannya lebih tinggi. Mengingat semua masyarakat lebih suka membeli produk dari perusahaan legal, sementara supplier atau distributor juga lebih menyukai produsen yang memiliki izin usaha resmi dari pemerintah.

Akibatnya bisnis yang Anda jalankan akan semakin berkembang bahkan lebih pesat daripada bisnis yang dijalankan competitor tanpa memiliki NIB.

Diakui sebagai badan usaha legal
Dengan memiliki NIB, artinya badan usaha yang Anda miliki sudah terdaftar dan diakui secara legal baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh pihak swasta / korporasi lain. Tentu dengan pengakuan ini, Anda bisa lebih agresif dalam mencari klien di proyek-proyek tender dari pemerintah atau BUMN karena kekuatan legalitas perusahaan yang Anda miliki.

Nomor Induk Kepabeanan

Jika Anda sudah familiar dengan NIB, bagaimana dengan NIK? Nomor Induk Kepabeanan memiliki fungsi dan manfaat yang tidak kalah baiknya dengan NIB. Bila diartikan, NIK adalah nomor identitas khusus yang hanya diberikan pada pengusaha yang menggunakan layanan kepabeanan.

Sehingga mereka yang memiliki NIK dimudahkan ketika berencana untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor. Beda dari NIB, untuk memiliki NIK Anda harus melakukan registrasi di Beacukai.go.id.

Untuk proses paling mudah, ada baiknya lakukan registrasi secara online. Anda hanya perlu mengisi formulir yang dibutuhkan dan melampirkan beberapa dokumen fisik. Jika keduanya berjalan lancar, proses penerbitan NIK bisa dilakukan dengan segera.

Sayangnya, tidak semua permohonan Nomor Induk Kepabeanan disetujui oleh Dirjen Bea Cukai. Dan jika permohonan Anda tidak disetujui, silahkan lakukan registrasi ulang dan hindari melakukan kesalahan yang sama. Jika permohonan disetujui, otomatis Anda akan menerima NIK dalam waktu dekat.

Angka Pengenal Impor

Yang dimaksud dengan API adalah identitas yang diberikan oleh pemerintah pada pengusaha yang memiliki kewenangan menjadi importir. Dengan kata lain, kegiatan impor yang dilakukan oleh perusahaan atau badan usaha di Indonesia dinyatakan legal jika memiliki API.

Beda dari NIB atau NIK, API dibagi dalam dua jenis yang pertama adalah Angka Pengenal Impor Umum dan selanjutnya Angka Pengenal Impor Produsen. Masing-masing API menjalankan kegiatan yang berbeda. API-U sifatnya lebih umum karena hanya barang-barang yang disetujui saja yang bisa diimpor.

Lihat juga: Panduan KBKI Terbaru untuk Bisnis Ekspor-Impor

Sementara API-P diperuntungkan untuk proses impor mesin produksi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Otomatis barang API-P tidak bisa diperdagangkan dan harus digunakan untuk kebutuhan personal perusahaan.

Syarat dan cara pengurusan API tidak kalah rumit daripada surat izin NIB atau NIK. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi jika Anda ingin memiliki API-P antara lain:
  • Memiliki fotocopy akta pendirian perusahaan dan perubahannya jika ada
  • Memiliki fotocopy NPWP khusus milik badan perusahaan dan direktur utama
  • Memiliki fotocopy SIUP dan TDP
  • Memiliki fotocopy SK yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pendirian perusahaan dan perubahannya jika ada
  • Fotocopy KTP tanpa terkecuali miliki pemegang saham 
  • dan terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah pas foto staff yang bertanggung jawab dengan background merah sebanyak 4 lembar berukuran 3x4.
Itulah pengenalan singkat mengenai izin komersial beserta jenis-jenis izinnya. Anda yang baru melakukan pengurusan salah satu surat perizinan atau belum mengurusnya satu pun, silahkan urus secepat mungkin. Apalagi jika perusahaan Anda sedang dalam tahapan tumbuh dan berkembang. Anda butuh surat izin untuk kelancaran bisnis.

Next article Next Post
Previous article Previous Post